Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti menulis dan "nitik". Kata batik sendiri meruju pada teknik pembuatan corak - menggunakan canting atau cap - dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna corak "malam" yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna. Teknik ini hanya bisa diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, wol dan tidak bisa diterapkan di atas kain dengan serat buatan. Kain yang pembuatan corak dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik ini dikenal dengan kain bercorak batik - biasanya dibuat dalam skala industri dengan teknik cetak (print) - bukan kain batik.
Beratri, yang dinamakna Batik yang sesungguhnya bergantung dari proses pembuatannya, bukan dilihat dari coraknya semata. Namun, lama kelamaan masyarakat luas mengenal Batik sebagai sebuah corak, bukan lagi cara pembuatannya. Oleh karena itu, ada beberapa klasifikasi Batik (sebagai sebuah corak) berdasarkan cara pembuatannya, yaitu:
1. Batik Tulis, kain yang dihiasi dengan motif batik yang dikerjakan dengan tangan. Batik tulis biasanya memakan waktu pembuatan yang lama, sekitar 2-3 bulan.
2. Batik Cap, kain yang dihiasi dengan motif batik yang di kerjakan dengan mesin cap, cetak, ataupun sablon. Batik ini memakan waktu pembuatan yang cepat, sekitar 2-3 hari.
Banyak hal yang membedakan kedua jenis batik ini, salah satunyya adalah motifnya. Batik tulis memiliki motif yang lebih eksklusif, motif tersebut sangat sulit di tiru oleh pengrajin lainnya ataupun di ulang dengan hasil yang sama oleh pengrajin yang sama. Hal ini dikarenakan keterbatasan dari tangan manusia sendiri. Lain dengan batik cap yang memiliki motif yang lebih “pasaran”. Namanya juga mesin cap, mau bikin berapa banyakpun asal cetakan capnya sama ya hasilnya pasti sama. Selain itu (berdasarkan pengalaman pribadi) batik sablon biasanya cepat luntur karena warna hanya menempel dipermukaan saja tidak meresap keseluruh sel-sel kain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar